Senin, 03 Maret 2014

Cara pengambilan sudut pengambilan gambar (camera angle)


1.SUDUT  PENGAMBILAN GAMBAR [CAMERA ANGLE].
a.Bird Eye View.
Pengambilan gambar yang dilakukan dari atas di ketinggian tertentu sehingga memperlihatkan lingkungan yang sedemikian luas dengan benda-benda lain yang tampak di bawah begitu kecil.
Pengambilan gambar dengan cara ini biasanya menggunakan helikopter maupun dari gedung -gedung tinggi.
Kalau anda suka melihat film-film Hollywood, tentunya teknik yang ini tidak asing lagi bagi anda.

b.High Angle.
Teknik pengambilan gambarnya dengan sudut pengambilan gambar tepat diatas objek,pengambilan gambar yang seperti ini memilki arti  yang dramatik yaitu kecil atau kerdil.

c.Low Angle
Pengambilan gambar teknik ini yakni mengambil gambar dari bawah si objek, sudut pengambilan gambar ini merupakan kebalikan dari high angle.
Kesan yang di timbulkan yaitu keagungngan atau kejayaan.
Biasanya teknik ini sering di gunakan untuk membuat sebuah karakater monster atau manusia raksasa.

d.Eye Level
Pengambilan gambar ini dengan sudut pandang sejajar dengan mata objek,tidak ada kesan dramatik tertentu yang di dapat dari eye level ini, yang ada hanya memperlihatkna pandangan mata seseorang yang berdiri.

e.Frog Level.
Sudut pengambilan ini di ambil sejajar dengan permukaan tempat objek menjadi sangat besar.

2.UKURAN GAMBAR[FRAME SIZE]

a.Extreem Close-up [ECU].
Pengambilan gambar sangat dekat sekali,hanya menampilkan bagian tertentu pada tubuh objek.
Fungsinya untuk kedetilan suatu objek.

b.Big Cloe-up[BCU].
Pengambilan gambar hanya sebatas kepala hingga dagu objek.
Fungsi untuk menonjolkan ekpresi yang di keluarkan oleh objek.

c.Close-up[CU].
Ukuran gambar hanya sebatas dari ujung kepala hingga leher.
Fungsinya untuk memberi gambaran jelas tetang objek.

d.Medium Close-up[MCU].
Gambar yang diambil sebatas dari ujung kepala hingga dada.
Fungsinya untuk mempertegas profil seseorang sehingga penonton jelas.

e.Mid Shoot[MS].
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga pinggang.
Fungsinya memperlihatkan  sosok objek secara jelas.

f.Kneel Shoot[KS].
Pengambilan gambar sebatas kepala hingga lutut.
Funsinya hampir sama dengan  Mid Shoot.

g. Full Shoot[FS]
Pengambilan gambar penuh dari  kepala hingga kaki.
Fungsinya memeperlihatkan objek beserta lingkungannya.

h.Long Shoot [LS]
Pengambilan gambar lebih luas dari pada Fool Shoot.
Untuk mnujukan objek dengan latar belakangnya.

i.Extreem Long Shoot [ELS].
Pengambilan gambar melebihi long Shoot,menampilan linkungan si objek secara utuh.
Untuk menunjukkan objek tersebut bagian dari lingkungannya.

j.1 Shoot.
Pengambilan gambar satu objek.
Fungsinya  memperlihatkan seseorang atau benda dalam frame.

k.2 Shoot.
Pengambilan gambar 2 objek
Untuk memperlihatkan adegan 2 orang yang sedang berkomunikasi.

l.3.Shoot
Pengambilan gambar 3 objek untuk memperlihatkan 3 orang yang sedang mengobrol.

m.Group Shoot
Pengambilan gambar sekumpulan objek
Untuk memperlihatkan adegan sekelompok orang dalam melakukan aktifitas.


3.GERAKAN KAMERA[MOVING CAMERA]

a.Zooming[In/out]
Gerakan yang dilakukan oleh lensa kamera mendekat maupun menjauh objek,gerakan ini merupakan fasilitas yang di sediakan oleh kamera vidio, dan kameramen hanya mengoperasikannya saja.

b.Panning[left/Right].
Yang di maksud gerakan panning yakni kamera bergerak dari tengah ke kanan atau dari tengah kekiri,namun bukan kameranya yang bergerak tapi tripodnya yang bergerak sesuai arah yang di inginkan.

c.Tilting[Up/Down].
Gerakan Tilting yitu gerakan keatas dan kebawah,masih menggunakan tripod sebagai alat bantu agar hasil gambar yang di dapatkan memuaskan dan stabil.

d.Dolly[In/Out].
Gerakan yang di lakukan yaitu gerakan maju mundur,hampir sama dengan gerakan Zooming namun pada Dolly yang bergerak adalah tripod yang telah di beri roda dengan cara mendorong tripod maju ataupun menariknya mundur.

e.Follow.
Pengambilan gambar di lakukan dengan cara mengikuti objek dalam bergerak searah.

f.Framing[In/Out].
Framing adalah gerakan yang di lakukan oleh objek untuk memasuki [in] atau keluar [out] framing shot.

g.Fading [In/Out].
Merupakan pergantian gambar secara perlahan-lahan.
Apabila gambar baru masuk mengantikan gambar yang ada di sebut fade in,sedangkan jika gambar yang ada perlahan-lahan menghilang dan di gantikan gambar baru di sebut fade out.

h.Crane Shoot .
Merupakan gerakan kamera yang di pasang pada alat bantu mesin beroda dan bergerak sendiri  bersamaan kameramen,baik mendekati maupun menjauhi objek.

4.GERAKAN OBJEK[MOVING OBJECT]

a.Kamera sejajar objek.
Kamera sejajar mengikuti pergerakan objek,baik kekiri maupun kekanan

b.Walking [In/Out] 
objek bergerak mendekati[in] maupun menjauhi [out]  kamera.

Nah itu tadi merupakan beberapa teknik dalam pengambilan gambar menggunakan kamera video.
Namun ada beberapa elemen penting yang harus ada di dalam gambar.
Dan elemen penting tersebut meliputi:

a.Motivasi
b.Informasi
c.Komposisi
d. Suara.
e.Sudut Kamera
f. Kontinuitas.

Selain teknik-teknik maupun tatacara pengambilan gambar yang harus dimiliki oleh seorang kameramen ada hal lain yang harus di miliki yakni sense of art atau rasa seni, karena gambar yang di ambil oleh kameramen merupakan karya seni.
Setiap orang memungkinkan untuk menguasai teknik-teknik pengambilan gambar namun apabila tidak memiliki rasa seni atau keindahan maka hasil yang di dapatkanpun kurang maksimal.
Jadi rasa seni yang tinggi dapat di jadikan modal utama untuk menjadi kameramen.

contoh narasi



Perjalanan Pati - Jepara Commander Traveler


Berawal dari sekelompok pemuda yang ganteng dan kece - kece berjumlah 12 anak manusia. Yang masing - masing mereka adalah mahasiswa.Mahasiswa yang berjiwa commander, melakukan ide perjalanan ke pantai Bandengan dan ke Benteng Portugis. Kami mulai JB (Jalan Bareng) tepat hari sabtu sore. Waktu itu Hujan melanda kota dimana kita start untuk Jb yakni Kota Salatiga. Kota salatiga mempunya universitas yang amat teramat terkenal yakni UKSW(Universitas Kristen Satya Wacana). Beremblem agama Kristen tidak juga kita para mahasiswa semua beragama kristen , namun hampir semua agama ada di situ. Oke kembali kita omongin Commander Traveler ini saja, jangan ngomongin UKSW lagi. Commander traveler ini juga sama dengan kampus UKSW, masing - masing didalamnya berbeda - beda agama, namun kita tetap sama dan saling mengingatkan ketika kita beribadah.
Canda tawa, difisi rokok , salok, dan opo iyo cok? selalu terdengar dan melengkapi dimana kita JB dan kita berada. Commander traveler berangkat ke pati dan jepara dengan guyuran hujan yang amat lebat, namun tak menghentikan niat kita untuk menuju tempat yang indah dan asik. Roda motor terus berputar, Jalanan semakin dekat dengan tujuan, kota semarang di depan mata, lapangan simpang lima dan kota lama lah
yang menjadi tujuan awal kita. Disitu kita nongkrong bareng sambil merokok bersama. Tanpa rokok bagi kami itu seperti "Payudara tanpa BH"  TAK LENGKAP men!!!.  Langsung tancap gas setelah sekitar pukul delapan malam. Perlahan - lahan dan santai kita menuju alun - alun Pati. Di Alun - alun tersebutlah, kita istirahat lagi sambil merokok lagi. Minum didepan alfamart kita berjejer dan minum , sambil merokok. Minum apa itu entahlah saya lupa?

Hampir tengah malam, kita lanjut menuju Tayu dimana, tayu ada sebuah istana , dimana istana tersebut, sering ditempati oleh Al-kitabviano alias KASA, Kasa salah satu anggota kami menawarkan diri supaya kita mampir dan istirahat di istana dia. Sebelum sampai di istana , ditengah - tengah perjalanan ada sebuah tragedi , dimana pantat cewek dan cewek cantik menarik perhatian, salah satu anggota kami. Motor kemudian di gas pol, lalu apa yang terjadi???? Hampir menyerempet si cewek tersebut jatuh, namun dewi fortuna masih menyelamatkan kedua motor tersebut. Sesampai di istana, tuan raja mempersilahkan kami masuk, dan kami disediakan hidangan yang sangat - sangat enak. Namun apapun keenakan makanan atau minuman , jikalau tanpa rokok itu kaya nasi yang di diamkan dua hari, dua malam yakni BASI. hahaha.Rokok selalu menemani kita. Malam terus berlarut, kami segera istirahat dan tidur nyenyak di istana.
Matahari mulai muncul membangunkan para lelaki sejati dan rupawan ini. Kami bergegas mandi dan sarapan pagi, kemudian jam tepat menunjukan pukul delapan pagi. kita pamit ke raja dan ratu di situ, untuk kita lanjut perjalanan ke benteng portugis. sesampai di benteng portugis kita tertawa - tawa dengan penjaga karcis.
Masuklah ke dalam lokasi, namun apa yang terjadi setelah melewati pintu gerbang??? hamparan pantai yang mengabung bersama laut dan terdapat pulau kecil nan indah, di lengkapi langit yang berwarna biru. 
Narsis, kitalah jagoannya di pingiran pantai tersebut kita foto - foto mengabadikan kenangan kita. setelah puas berfoto - foto kita lanjut naik ke BENTENG PORTUGIS. Dimana disitu ada sebuah meriam peninggalan jaman - jaman perang dahulu.

Setelah puas berada di Benteng portugis, kami langsung menuju istana kedua yakni istananya anggota kami yakni Daniel Salok Nugroho. Sebelum meninggalkan tempat tak lupa kami berfoto - foto dahulu : jepret :
Dari benteng portugis hingga istana salok hanya berjarak dekat, berapa jaraknya? cari aja di internet. Sampailah kita di istana Salok yang berada di pati yakni daerah cluak. Kita lanjut kembali bekerja mencangkul piring alias makan - makan menz!!!. Di istana hanya kita bertemu dengan ratu istana, kemudian kita berjabat tanggan dan istirahat. Tak lupa setelah itu kami merokok lagi dan foto - foto lagi .
Lanjut????? Kata Ariel Noah, kita lanjut menuju pantai Bandengan, sesampai di pantai bandengan naluri kita terbawa oleh hanyutan angin laut yang sejuk. Sampai - sampai kita langsung :
Mandi - mandi di laut mens. Keren - keren mens. Saking Asiknya kita  bermain air, kita di marahin oleh penjaga pantai bung? hehehehe maklum lah pak? kami orang gunung? hahaha.
Waktu mulai sore, hujan mulai turun lagi. kami lanjut untuk pulang ke SALATIGA. 

SUPRASTRUKTUR DAN INFRASTRUKTUK POLITIK DI INDONESIA



SUPRASTRUKTUR DAN INFRASTRUKTUK POLITIK DI INDONESIA
Pada setiap sistem politik Negara-negara dunia, akan selalu dijumpai adanya struktur politik. Struktur politik di dalam suatu negara adalah pelembagaan hubungan organisasi antara komponen-komponen yang membentuk bangunan politik.
stuktur politik sebagai bagian dari struktur yang pada umumnya selalu berkenaan dengan alokasi nilai-nilai yang bersifat otoratif, yaitu yang dipengaruhi oleh distribusi serta penggunaan kekuasaan.
Permasalahan politik menurut Alfian, dapat dikaji melalui berbagai pendekatan, yaitu didekati dari sudut kekuasaan, struktur politik, komunikasi politik, konstitusi, pendidikan dan sosialisasi politik, pemikiran dan kebudayaan politik. Sistem politik yang pada umumnya berlaku di setiap negara meliputi dua struktur kehidupan politik, yakni, infrastrukur politik dan suprastruktur politik.
1. Infrastrukur politik
Didalam suatu kehidupan politik rakyat (the sosial political sphere), akan selalu ada keterkaitan atau keterhubungan dengan kelompok-kelompok lain ke dalam berbagai macam golongan yang biasanya disebut “kekuatan sosial politik masyarakat”. Kelompok masyarakat tersebut yang merupakan kekuatan politik riil didalam masyarakat, disebut “infrastruktur politik”. Berdasakan teori politik, infrastruktur politik mencakup 5 (lima) unsur atau komponen sebagai berikut :
a. Partai politik (political party ),
b. kelompok kepentingan (interst group),
c. kelompok penekan (pressure group),
d. media komunikasi politik  (political communication media) dan
e. tokoh politik (political figure).
a. Partai politik ( political party ) di Indonesia
Partai politik sebagai institusi mempunyai hubungan yang sangat erat dengan masyarakat dalam mengendalikan kekuasaan. Hubungan ini banyak dipengaruhi oleh kebudayaan masyarakat yang melahirkannya. Kalau kelahiran partai politik dilihat sebagai pengewajantahan dari kedaulatan rakyat dalam poltik formal, maka semangat kebebasan selalu dikaitkan orang ketika berbicara tentang partai politik sebagai pengendali kekuasaan. Perjalanan sejarah kehidupan partai poliik di Indonesia secara garis besarnya dapat dijelaskan sebagai berikut :
Masa pra kemerdekaan
Organisasi modern pertama di Indonesia yang melakukan perlawanan terhadap penjajah (tidak secara fisik) adalah Budi Utomo yang didirikan di Jakarta pada tanggal 20 Mei 1908. Pada awalnya, organisasi ini berkembang di kalangan pelajar dalam bentuk studieclub dan organisasi pendidikan. Namun dalam perkembangan berikutnya, ia menjadi partai politik yang didukung kaum terpelajar dan massa buruh tani.
Masa pasca kemerdekaan (tahun 1945-1965)
Tumbuh suburnya partai-partai politik pasca kemerdekaan, didasarkan pada Maklumat Pemerintah tertanggal 3 November 1945 yang ditandantangani Wakil Presden Moh. Hatta yang antara lain memuat keinginan pemerintah akan kehadiran partai politik agar masyarakat dapat menyalurkan aspirasi (aliran pahamnya) secara teratur. Sejak dikeluarkannya Maklumat Pemerintah tersebut, dapat diklasifikasi sejumlah partai politik yang ada sebagai berikut :
1). Dasar Ketuhanan : a) Partai Masjumi, b) Partai Sjarikat Indonesia, c) Pergerakan Tarbiyan Islamiah (Perti), d) Partai Kristen Indonesia (Parkindo), e) Nahdlatul Ulama (NU), dan f) Partai Katolik.
2). Dasar Kebangsaan : Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Indonesia Raya (Parindra Persatuan Indonesia Raya (PIR), Partai Rakyat Indonesia (PRI), Partai Demokrasi Rakyat (Banteng), Partai Rakyat Nasional (PRN), Partai Wanita Rakyat (PWR), Partai Kebangsaan Indonesia (Parki), Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Serikat Kerakyatan Indonesia (SKI), Ikatan Nasional Indonesia (INI), Partai Rakyat Jelata (PRJ), Partai Tani Indonesia (PTI), Wanita Demokrasi Indonesia (PTI).
3). Dasar Marxisme : Partai Komunis Indonesia (PKI), Partai Sosialis Indonesia, Partai Murba, Partai Buruh, Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia (Permai).
4). Dasar Nasionalisme: Partai Demokrat Tionghoa (PTDI), Partai Indonesia Nasional(PIN), Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Masa Orde baru (tahun 1966-1998).
Awal kebangkitan orde baru (1966) dalam melakukan pembelahan institusi politik, tetap berpandang bahwa jumlah partai politik yang terlalu banyak tidak menjamin stabilitas politik. Usaha pertama disamping memulihkan partai-partai yang tidak secara resmi dilarang, adalah menyusun undang-undang tentang pemiluyang dianggap sesuai dengan perkembangan masyarakat saat itu. Dan pemilu yang direncanakan dilaksanakan dalam waktu dekat, ternyata baru terlaksana tahun 1971 dengan peserta sebanyak 10 partai politik. (Golkar, Parmusi, NU, PSII, Partai Islam, Parkindo, Partai Katolik, PNI, Murba, dan IPKI).
Hasil Pemilu 1971 menunjukkan kemenangan Golkar yang diikuti oleh Parmusi, NU dan PNI. Selanjutnya dengan diberlakukannya UU RI no. 03 tahun 1957, Pemilu tahun 1977 dan 1982 hanya diikuti oleh 3 ( tiga) peserta :
1). PPP dengan ciri ke-islaman dan ideologi islam.
2). Golkar dengan ciri kekayaan dan keadilan sosial.
3). PDI dengan ciri demokrasi, kebangsaan (nasionalisme), dan kedilan
Pada pemilu tahun 1987 dan 1992 dengan diberlakukannya UU NO. 3 tahun 1985, partai politik dan Golkar ditetapkan hanya mempergunakan satu-satunya asas, yaitu Pancasila dengan tujuan agar setiap kontestan pemilu lebih berorientasi pada program kerja masing-masing. penerapan atas tersebut langsung sampai dengan pelaksanaan pemilu 1997. fakta memperlihatkan bahwa selama pemilu orde baru, golkar selalu dominan. dalam pemilu 1971 golkar meraih (62,8%), tahun 1997 (62,1%), tahun 1982 (64,3%), tahun 1987 (73,2%) tahun 1992 (68,1%) dan pada tahun 1997 (70,2%).
Era orde baru mengalami antiklimaks kekuasaan setelah pada akhir tahun 1997 negara Indonesia mengalami krisis moneter yang selanjutnya berkembang menjadi krisis multidimensi karena terperangkap hutang luar negeri  yang besar dan banyaknya praktik korupsi, kolusi, nepotisme (KKN) yang melibatkan pejabat birokrasi dan pengusaha.
Masa/Era Repormasi (tahun 1999 s.d.sekarang)
Era reformasi benar-benar merupakan arus angin perubahan menuju demokratisasi dan asas keadilan. Partai-partai politik diberikan kesempatan untuk hidup kembali dan mengikuti pemilu dengan multipartai yang terselenggarakan pada tahun 1999 berdasarkan undang-undang No. 3 tahun 1999. sangat mengejutkan bagi semua manusia elemen masyarakat Indonesia ternyata paska-orde baru pemilu diikuti sebanyak 48 partai politik.
b. Kelompok kepentingan (interest group)
Kelompok kepentingan (interest group), dalam gerak langkahnya akan sangat tergantung pada sistem kepartaian yang diterapkan dalam suatu negara. Aktivitas kelompok kepentingan umumnya menyangkut tujuan-tujuan yang lebih terbatas, dengan sasaran-sasaran yang monolitis dan intensitas usaha yang tidak berlebihan.
Menurut Gabriel A. Almond, kelompok kepentingan dapat diidentifikasikan ke dalam jenis-jenis kelompok sebagai berikut :
Kelompok Anomik : kelompok yang terbentuk dari unsur–unsur masyarakat secara spontan dan seketika akibat isu kebijakan pemerintah, agama, politik, dsb.
Kelompok non-asosiasional: Kelompok yang berasal dari unsur keluarga dan keturunan atau etnik, regional, status dan kelas yang menyatakan kepentingannya berdasarkan situasi.
Kelompok insitusional : kelompok yang bersifat formal dan memiliki fungsi–fungsi politik atau sosial.
Kelompok asosiasional: Kelompok yang menyatakan kepentinganya secara khusus, memakai tenaga professional dan memiliki prosedur yang teratur untuk merumuskan kepentingan dan tuntutan.
Kelompok kepentingan pada negara totaliter (partai tunggal) pada umumnya dianut oleh negara komunis (Rusia, RRC, Vietnam, Korea Utara, Kuba, dan lain-lain). David Lane, (seorang analisis politik) mengidentifikasi 5 (lima) kategori kelompok kepentingan di Uni Soviet (Rusia), yaitu:
a. Elite politik, seperti anggota-anggota politburo
b. Kelompok-kelompok institusional, sepsrti serikat-serikat datang.
c. Kelompok-kelompok pembangkang setia, seperti para dokter dan guru
d. Pengelompokan-pengelompokan sosial yang tidak terorganisir dalam satu kesetian, seperti petani dan tukang.
 e. Kelompok-kelompok yang tidak terorganisir dalam satu kesatuan, yang bukan merupakan bagian dariaparat Soviet (Rusia), atau yang mempunyai jarak dengan rezim penguasa, seperti kelompok intelektual yang menentang rezim atau anggota sekte-sekte keagamaan tertentu.
Pada negara yang menerapkan sistem dua partai, disiplin partai baik dalam parlemen maupun kabinetrelatif lebih ketat dan hal ini merupakan kendala tersendiri terutama untuk mendukung sepenuhnya program-program kelompok-kelompok tertentu.
Di negara berkembang pada umumnya. dan khususnya di Indonesia masyarakat yang tergabung dalam kelompok kepentingan biasanya sensitive terhadap isu politik dalam lingkup kelompok politik yang sempit. Masyarakat masih dibatasi realita politiknya (terutama masa orde baru) oleh para pemegang kekuasaan negara/pemerintah. Dengan asumsi demi stabilitas politik. Tampak bahwa pada masa itu pemegang kekuasaan negara/pemerintah cukup tangguh mengendalikan kehidupan politik supaya terdapat keleluasaanbagi proses pembangunan bidang kehidupan lainnya.
Namun pasca Orde Baru (tahun 1998) yang disebut dengan era reformasi, masyarakat berperan aktif  dalam menumbuhkan sangkar partisipasi politik “demokratisasi” setelah selama 32 tahun dikekang dengan berbagai instrument politik dan peraturan perundangan. Berkembangnya sistem politik di Indonesia dewasa ini tidak lepas dari peran kelompok kepentingan yang selama Orde Baru berkuasa berseberangan, terutama dari kalangan akademisi, politikus, lembaga swadaya masyarakat, pengusaha, dan sebagainya.
c. Kelompok Penekan (pressure group)
Kelompok penekan merupakan salah satu institusi politik yang dapat dipergunakan oleh rakyat untuk menyalurkan aspirasi dan kebutuhannya dengan sasaran akhir adalah untuk mempengaruhi atau bahkan membentuk kebijakan pemerintah. Kelompok penekan dapat terhimpun dalambeberapa asosiasi yang mempunyai kepentingan sama, antara lain :
a. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)
b. Organisasi-organisasi sosial keagamaan
c. Organisasikepemudaan
d. Organisasi Lingkungan Kehidupan
e. Organisasi pembela Hukum dan HAM
f. Yayasan atau Badan hukum lainnya, Mereka pada umumnya dapat menjadi kelompok penekan dengan cara mengatur orientasi tujuan-tujuannya yang secara operasional (melakukan negosiasi) sehingga dapat mempengaruhi kebijaksanaan umum.
Dalam realitas kehidupan politik, kita mengenal berbagai kelompok penekan baik yang sifatnya sektoral maupun regional. Tujuan dan target mereka biasanya bagaimana agar keputusan politik berupa undang-undang atau kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah lebih menguntungkan kelompoknya (sekurang-kurangnya tidak merugikan).
Kelompok penekan, kadang-kadang muncul lebih dominan dibanding dengan partai politik, manakala partai politik peranannya tidak bisa lagi diharapkan untuk mengangkat isu sentral yang mereka perjuangkan. Kondisi inilah yang mendorong kelompok penekan tampil ke depan sebagai alternative terkemuka.
d. Media komunikasi politik (political communication media)
Media komunikasi politik merupakan salah satu instrument politik yang dapat berfungsi untuk menyampaikan informasi dan persuasi mengenai politik baik dari pemerintah kepada masyarakat maupun sebaliknya. Media komunikasi seperti surat kabar, telepon, fax, internet, televise, radio, film, dan sebagainya dapat memainkan peran penting terhadap penyampaian informasi serta pembentukan/mengubah pendapat umum dan sikap politik publik.
e. Tokoh Politik (political/figure)
Pengangkatan tokoh-tokoh merupakan proses transformasi seleksi terhadap anggota-anggota masyarakat dari berbagai sub-kluktur, keagamaan, status sosial, kelas, dan atas dasar isme-isme kesukuan dan kualifikasi tertentu, yang kemudian memperkenalkan mereka pada peran-peran khusus dalam sistem politik. Bagi actor-aktor politik itu sendiri, pengangkatan diri mereka selalu melalui proses, yaitu :
Transformasi dari peranan-peranan non-politis kepada suatu situasi di mana mereka menjadi cukup berbobot memainkan peranan-peranan politik yang bersifat khusus.
Pengangkatan dan penugasan untuk menjalankan tugas-tugas politik yang selama ini belum pernah mereka kerjakan, walaupun mereka telah cukup mampu untuk mengemban tugas seperti itu. Proses pengangkatan itu melibatkan baik persyaratan status maupun penyerahan posisi khusus pada mereka.
Di dalam benak masyarakat sering timbul pertanyaan apakah pengangkatan tokoh-tokoh politik akan pengaruh besar terhadap pembangunan dan perubahan? Pada umumnya pengangkatan tokoh-tokoh politik akan memberikan angin segar dalam memaparkan beberapa komponen perubahan dalam segala untuk dan menifestasinya.
Pengangkatan tokoh-tokoh politik akan berakibat terjadinya pergeseran di sector infrastruktur politik, organisasi, asosiasi-asosiasi, kelompok-kelompok kepentingan serta derajat politisasi dan partisipasi masyarakat.
Menurut Lester G. Seligman , proses pengangkatan tokoh-tokoh politik akan berkaitan dengan beberapa aspek , yakni :
a. Leditimasi elit politik
b. Masalah kekuasaan
c. Representativitasi elit politik
d. Hubungan antara pengangkatan tokoh-tokoh politik dengan perubahan politik.
Di negara-negara demokrasi pada umunya, pengangkatan tokoh-tokoh politik dilakukan melalui pemilihan umum. Hal ini akan berbeda jika dilaksanakan di negara-negara totaliter, diktator atau otoriter.
2. Suprastruktur Politik
Suprastruktur politik (elit pemerintah) merupakan mesin politik resmi di suatu negara sebagai penggerak politik formal. Kehidupan politik pemerintah bersifat kompleks karena akan bersinggungan dengan lembaga-lembaga negara yang ada, fungsi, dan wewenang/kekuasaan antara lembaga yang satu dengan yang lainnya. Suasana ini pada umumnya dapat diketahui didalam konstitusi atau Undang-Undang Dasar dan peraturan perundang-undangan suatu negara.
Dalam perkembangan ketatanegaraan modern, pada umunya elit politik pemerintah dibagi dalam kekuasaan eksekutif  (pelaksana undang-undang), legislative (pembuat undang-undang), dan yudikatif  (yang mengadili pelanggaran undang-undang), dengan sistem pembagian kekuasaaan atau pemisahan kekuasaan.
Untuk terciptanya dan mantapnya kondisi politik negara, suprastruktur politik harus memperoleh dukungan dari infrastruktur politik yang mantap pula. Rakyat, baik secara berkelompok berupa partai politik atau organisasi kemasyarakatan, maupun secara individual dapat ikut berpartisipasi dalam pemerintahan melalui wakil-wakilnya.
Suprastruktur politik di negara Indonesia sejak bergulirnya gerakan reformasi tahun 1998 sampai dengan tahun 2006 telah membawa perubahan besar di dalam sistem politik dan ketatanegaraan Republik Indonesia. Era reformasi disebut juga sebagai “Era kebangkitan Demokrasi”.
Reformasi di bidang politik dan hukum ketatanegaraan, yaitu dilaksanakannya amandemen Undang-Undang Dasar 1945 selama 4 (empat kali) dari tahun 1999-2002. Amandemen pertama disahkan (19 Oktober1999), kedua ( 18 Agustus 2000), ketiga (10 November 2001), dan keempat (10 Agustus 2002). Amandemen UUD 1945 tersebut telah mengubah struktur suprapolitik di Indonesia.

Jumat, 17 Januari 2014

tips - tips liburan bersama teman - teman


tips - tips mengisi liburan bersama kawan - kawan:



sob sekarang menjadi seorang traveler itu sedang marak banget di kalangan remaja khususnya bagi kaum mahasiswa.
apalagi bagi kaum - kaum mahasiswa yang rentan banget dengan galau, galau salah satu dari obatnya adalah liburan.
tips yang pertama guwe berikan sampai tips yang terakhir gue berharap kalian bisa lakukan.

1. tentukan teman - teman kalian yang pada pengen ikut liburan, pilihlah temanmu yang gokil, karena setiap kegokilan dari temanmu akan memberikan kesan tersendiri ketika
berlibur.
2. tentukan tempat tujuan. tempat tujuan yang bagus untuk tahun 2014 kini sudah banyak tempat - tempat yang indah dan keren tentunya di indonesia sob
3. siapkan dana semaximal mungkin, dengan dana yang maximal sobat - sobat semua pasti tak akan bingung membeli sesuatu, masuk ke tempat wisata mana saja yang diinginkan sobat - sobat semua
4. pergilah menggunakan kendaraan umum, jangan mengunakan kendaraan pribadi.
lebih asik. terutatam ketika menggunakan kendaraan umum kayak bus, kereta, pesawat, dokar dsb. kenapa gue saranin begitu? karena jika sobat pake kendaraan umum tadi, sobat bakalan nambah pengelaman
gimana rasaanya bareng sama teman - teman dalam bus yang ekonomi dan berdesak - desakan, apalagi di bus ada pengamen. ketika ada pengamen hendaklah kalian bersama - sama bernyanyi bersama tak usahlah
pedulikan orang - orang disekitar kalian, janganlah malu. jika bus yang sobat pake bus yang ber AC, apa yang akan loe lakuin? satu dengerin musik, dan ingat jangan tidur ketika diperjalanan.
tidur diperjalanan akan membuat anda kehilangan women dimana loe tak akan melihat pemandangan di sekitar jalan.
5. bawalah kamera dan mp4. abadikan setiap women bersama teman - teman yang gokil dan abadikan setiap pemandangan yang indah disekitar anda.
6. dengerin musik ketika loe sedang menungu teman loe ke toilet.
7. carilah tempat - tempat makan yang bersejarah. contoh : loe cari tempat dimana warung tersebut menjual makanan khas daerah tersebut.
8. di tempat makan tersebut janganlah sukan kamu berbaur dengan pemilik warung, atau juru masak di warung tersebut.
9. ketika loe sudah berada di tempat wisata tersebut, loe janganlah sungkan untuk berbaur dengan sesama pengunjung di tempat tersebut. apalagi ada cewek, khusus para loe yang jomblo
janganlah malu deketin cewek di tempat wisata begituan. yakilah dengan diri anda kalau loe emang keren men.
10. ketika sudah pulang ke rumah masing - masing. buatlah sebuah documenter tentang perjalanan loe selama liburan. sebab ketika loe sudah buat documenter seperti itu.
ketika loe kanngen dengan masa - masa seperti itu loe bisa buka documenter tersebut dan loe tertawa - tawa bahkan bisa loe nangis - nangis melihat women - women ketika JB bareng teman - temen loe.

tips - tips menghemat uang bagi kaum muda

tips - tips menghemat uang bagi kaum muda jaman sekarang. khususnya untuk para kalangan mahasiswa yaitu begini sob: 1. simpanlah uang secara terpisah. contoh : sebagian uang di simpan di saku sebelah kanan,sebagian uang disimpan disaku kiri, selain itu juga ada tempat yang paling ideal untuk menyimpan uang supaya sobat tidak boros, yaitu disimpanlah di kaos kaki atau bawah kasur,dll yang menurut sobat - sobat itu merupakan tempat yang paling anda benci. 2. jika kamu mempunyai pacar sama - sama mahasiswa. berkencanlah di tempat -tempat yang ekonomis, contoh: tempat bubur kacang ijo, tempat angkringan, atau di warteg.Mungkin kedengarannya sedikit gila atau miskin ya, tapi ada sisi baiknya ketika berkencan sesama mahasiswa di tempat yang begitu, kita akan menambahkan rasa begitu menghargai jiripayah orang mencari uang dan tau berhargannya uang saku, kemudian di tempat angkringan juga bebas melakukan apa saja juga. 3. jika kamu seorang mahasiswa sambil bekerja. kini sudah jaman mahasiswa menyambi dengan bekerja, dan biasa mahasiswa tersebut bisa berpacaran dengan rekan kerjaanya bahkan dengan cewek pekerja di tempat kerja sebelah.Pacaran dengan cewek pekerja itu sedikit bergengsi ketika berkencan di tempat - tempat makan, ambil contoh ketika gebetan kamu pengen makan di tempat yang bagus, dan makan - makanan yang mahal.Hendaklah kamu menyuruh dia untuk pesan makanan duluan kan? kemudian ketika pasangan kamu sudah memesan makanan dan giliran kamu yang akan pesan makanan, ingatlah tips supaya menjadi hemat, lihat dahulu gebetan kamu pesan makanan apa saja dan habis biaya berapa, kemudian kamu memilih makanan yang lebih murah dari apa yang dipesan oleh gebetan kamu, jika kamu milih makanan yang sama pastilah akan berakibat fatal , kamu akan kehabisan uang yang banyak. saran saya jangan sampai ketahuan, pasanglah muka sok - sok suka makan-makanan mewah. 4. ketika uang kamu mulai menipis untuk makan, karena sudah buat makan bareng gebetan. alangkah baiknya kamu ketika kamu lapar dan kamu tidak ingin hutang pada teman, caranya adalah melakukan hal yang kiranya membuat perut lupa akan kelaparannya. contoh maen ps, dll, selain itu bisa juga melakukan puasa yakni dengan tidur. 5. jangan pernah sesali ketika kamu boros dan tidak mau menghindari atau melakukan tips - tips berikut itu tadi.

Selasa, 10 Desember 2013

refrensi kasus di salatiga yang berkaitan dengan pancasila

saya berbagi contoh - contoh kasus yang berkaitan dengan pancasila. untuk itu silahkan teman - teman bisa langsung download di link berikut ini .
SEDOT BRO!!!