Rabu, 26 Desember 2012

Cinta itu seperti Susu putih, Mie Ongklok disajkian bersama sahabat




Cinta identik dengan rayuan namun ini bukan rayuan melainkan di ibaratkan.
Kenapa aku pilih susu putih dan mie ongklok terdapat beberapa alas an yakni :
1.       Dari segi susu putih yang di sajikan terlebih dahulu, Susu putih yang di sajikan terlebih dahulu karena, susu putih melambangkan  keputihannya yakni kesuciannya cinta tersebut. Dan disajikan terlebih dahulu karena cinta datang terlebih dahulu secara suci dan polos.
2.       Dari mie ongklok pertama kita melihat dari bumbunya yang teramat kental, karena cinta yang saat pertama itu sungguh kental dan lengket antara si cewek dengan si cowoknya.
3.       Mie ongklok kurang lengkan jika tersaji hanya bumbu saja tanpa mie, seperti cinta akan kurang jika tiada ada kesetiannya yng seperti mie dalam mie ongklok yang tak putus dan kuat mienya tersebut.
4.       Tahu di dalam mie ongklok seperti cinta yang saling tahu antara satu sama lain. Jika tak ada tahu mie ongklok juga bukan disebut mie ongklok karena mie ongklok ada tahunya. Seperti cinta jika tak ada tahu maka akan berabe antara satu sama lain. Intinya satu sama lain harus saling tahu aja.
5.       Kubis sebagai sayuran dalam mie ongklok, seperti kubis yang sebagai sayuran yang segar. Cinta juga seperti kubis yang segar dan disukai. Karena cinta itu harus segar dan tegar dalam menghadapi segala rintangan harus tetap segar dalam menghadapinya.
6.       Mie ongklok tersebut diberi kecap. Kalian semua tahukan kecap rasannya manis, ya karena cinta itu manis jika kemanisan itu ada didalam cinta tersebut. Namun jika seperti yang no 7 sebagai berikut.
7.       Cinta diberi sambal yang pedas, seperti mie ongklok yang diberi sambel yang makan maka otomatis akan kepedasan. Seperti pula cinta jika di tambahi kelakuan yang pedas maka cinta itu tidak akan tersa manis melainkan pedas.
8.       Pedasnya cinta seperti ketika mie ongkloknya habis. Beribarat mie ongklok habis seperti cinta yang habis  ditambah kepedasan.
9.       Disaat kepedasan tak ada minuman seperti susu karena susu sudah habis. Maka cinta berakhir dengan pedas, habis tanpa tersisa karena keenakannya dalam cinta seperti enaknya mie ongklok, disaat pedas juga tak ada minuman yang putih seperti susu karena putihnya susu telah habis pula oleh karena itu sama dengan kesucian dalam cinta yang telah habis.
Yang terakhir kesimpulannya. Cinta harus dimakan sesuai aturan makan mie ongklok. Cukup dengan susu putih di minum seperlunya saja, jangan terlalu terus menerus diminum susunya. Makan mie ongkloknya juga jangan terlalu over dengan menambahkan sambel karena sambel akan memberi kepedasan didalam mie ongklok tersebut. Dan jangan terlalu nafsu memakannya karena jika terlalu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar